Pemerintah AS Minta Aset Digital Hacker Korea Utara Lazarus Group Disita
2024-10-07Bittime - Hacker Korea Utara semakin meresahkan, terutama karena kerap merugikan sektor cryptocurrency. Salah satu kelompok hacker Korea Utara yang paling terkenal adalah Lazarus Group.
Pemerintah Amerika Serikat mengajukan tuntutan hukum untuk menyita aset digital senilai lebih dari $2,67 juta yang diduga dicuri oleh Lazarus Group. Baca artikel ini untuk mengetahui selengkapnya!
Hacker Korea Utara Lazarus Group
Lazarus Group adalah kelompok hacker yang diyakini terkait erat dengan pemerintah Korea Utara. Mereka terkenal karena serangan siber tingkat tinggi, khususnya di sektor keuangan dan cryptocurrency.
Baru-baru ini, pemerintah AS mengajukan dua tuntutan hukum pada tanggal 4 Oktober 2024, dengan tujuan untuk menyita aset digital yang diyakini dicuri oleh Lazarus Group dalam dua serangan besar.
Aset yang ingin disita adalah senilai lebih dari $2,67 juta, hasil dari serangan peretasan hacker Korea Utara Lazarus Group di berbagai platform.
Baca Juga: Recap Insiden Peretasan di Bulan Juli 2024, Kerugian Mencapai $266 Juta!
Hacker Korea Utara Lazarus Group Retas Deribit dan Stake.com
Salah satu serangan terbesar yang dilakukan oleh hacker Korea Utara Lazarus Group terjadi pada tahun 2022, ketika mereka meretas platform perdagangan option Deribit. Dalam serangan ini, mereka berhasil mencuri dana senilai $28 juta.
Setelah berhasil membobol hot wallet milik Deribit, kelompok ini menggunakan Tornado Cash mixer untuk mencuci dana tersebut, yang kemudian dipindahkan melalui beberapa alamat Ethereum guna menyembunyikan jejak.
Dari jumlah tersebut, pemerintah AS kini berusaha untuk menyita sekitar $1,7 juta dalam bentuk Tether (USDT) yang terkait dengan serangan tersebut.
Pada tahun 2023, Lazarus Group juga menyerang platform judi online Stake.com, yang mengakibatkan kerugian lebih dari $41 juta. Dari serangan ini, pemerintah AS mengajukan tuntutan untuk memulihkan sekitar $970.000 dalam bentuk Avalanche-bridged Bitcoin (BTC.b).
Hacker Korea Utara Lazarus Group Juga Diduga Meretas WazirX
Hacker Korea Utara Lazarus Group sudah lama menjadi ancaman dalam dunia kripto. Serangan mereka terhadap Deribit dan Stake.com hanyalah sebagian kecil dari rangkaian serangan yang telah mereka lakukan.
Pada bulan Juli 2024, Lazarus Group juga diduga menjadi dalang di balik peretasan platform WazirX. Dalam serangan tersebut, mereka berhasil mencuri sekitar $235 juta, yang mengakibatkan kerugian besar bagi platform tersebut.
Menurut penyelidikan on chain yang dilakukan oleh ZackXBT, hacker Korea Utara ini tidak hanya berfokus pada serangan langsung, tetapi juga menggunakan taktik yang lebih licik.
Mereka menyusup ke dalam proyek-proyek kripto dengan menyamar sebagai pengembang dengan nama samaran palsu. Setelah berhasil mendapatkan akses, mereka merusak kode proyek tersebut dan menjarah kas proyek.
Baca Juga: Peretasan WazirX: Peluang Pelanggan Dapat Refund Sangat Kecil
Hacker Korea Utara Lazarus Group Juga Menyerang Individu
Selain serangan langsung terhadap platform kripto, hacker Korea Utara Lazarus Group juga menggunakan metode yang disebut social engineering untuk menjebak korban.
Pada bulan September 2024, FBI AS mengeluarkan peringatan tentang taktik yang digunakan oleh kelompok hacker ini. Salah satu metode yang paling sering mereka gunakan adalah dengan mengirimkan tawaran pekerjaan palsu dan aplikasi kerja kepada calon korban.
Setelah membangun hubungan yang cukup baik dengan korban, mereka akan meminta korban mengunduh malware yang menyamar sebagai dokumen lamaran kerja. Begitu malware ini terpasang, mereka dapat mencuri data pribadi atau bahkan mencuri aset digital milik korban.
Dampak Serangan Hacker pada Kemanan Kripto
Serangan yang dilakukan oleh Lazarus Group memberikan dampak besar pada industri kripto. Selain kerugian finansial, serangan-serangan ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan platform kripto.
Dengan berkembangnya teknologi blockchain dan cryptocurrency, tantangan dalam hal keamanan juga semakin kompleks. Para pelaku industri kripto, serta pemerintah di seluruh dunia, harus terus berinovasi dalam hal keamanan untuk melindungi ekosistem dari serangan siber.
Baca Juga: Situs Venue Paris Olympic Diretas, Hacker Minta Tebusan Cryptocurrency
Cara Beli Crypto di Bittime
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

.png)